Ber-Opini Series 4 "(Kartu Kuning Jokowi) Strategi Penyelesaian Konflik"

Selamat datang di episode beropini ke 4 ini *yeay* selain untuk memenuhi tugas, beropini kali ini juga untuk menambah postingan di blog ini.



Beberapa bulan yang lalu, banyak terlihat di postingan berita yang tersiarkan di televisi tentang beragam konflik yang menjadi perdebatan, perhatian dan pastinya perisu-isuan lainnya. Kita ambil saja contohnya "Kartu Kuning Jokowi" berikut cuplikan pada (klik bacaan dibawah ini)

                                                      kartukuningJokowi

Sebenarnya apa sih yang membuat kejadian tersebut menuai konflik yang mungkin menjadi perbincangan hangat hingga akhirnya diadakan sebuah talk show disalah satu stasiun televisi Indonesia. Bukankah setiap mahasiswa itu wajar mengkritik pemerintah?. Lalu, mengapa timbul pro kontra?. Dan bagaimana kita sebagai rekan mahasiswa menanggapi dan ikut menyelesaikan konflik tersebut?

Singkatnya, kejadian "Kartu Kuning untuk Jokowi" ini merupakan bentuk peringatan kepada bapak presiden yang diajukan oleh salah satu mahasiswa dari universitas negeri di Indonesia, bentuk peringatan ini menunjukkan bahwa masih banyak yang harus bapak Presiden rampungkan terhadap permasalahan negara dan salah satunya mengerucuti pada permasalahan gizi buruk  suku Asmat di Papua. Namun, pro dan kontra yang dibicarakan bukan hanya tentang permasalahan yang diajukan tapi juga soal waktu saat kejadian tersebut pasalnya, mahasiswa tersebut mengangkat kartu kuning disaat bapak presiden menjadi tamu dalam acara di universitas tersebut. Mungkin menurut beberapa kalangan dianggap pantas tapi tidak sedikit pula yang menyayangkan kejadian tersebut.

Sebagai rekan mahasiswa di Indonesia, kejadian "Kartu Kuning untuk Jokowi" ini, dapat diselesaikan dengan beberapa strategi penyelesaian konflik, apa saja sii?

1. Menghindari masalah

Menghindari masalah disini tidak selalu lepas tangan atau kabur dari suatu masalah, maksudnya yaitu berarti kita memahami bahwa masalah yang terjadi pada kejadian tersebut bukanlah yang harus diperdebatkan atau dianggap serius dan cenderung memantau tanpa berkomentar. Karena, setiap kejadian bagi saya tidak perlu menuai kontroversi yang justru malah menimbulkan isu-isu lain.

2. Memperhalus masalah

Kejadian tersebut bisa saja membutuhkan pihak ke-3(memperhalus) seperti yang dilakukan oleh salah satu stasiun televisi di Indonesia sebagai fasilitator untuk meluruskan maksud dari pihak pertama dan pihak kedua sehingga kedua belah pihak dapat berdamai sekaligus menuntaskan masalah dengan kerja sama(damai) dan kompak tanpa sikut-sikutan serta isu-isu yang tidak jelas. Karena, biasanya pihak pertama dan pihak kedua mempunyai ego masing-masing yang merasa bahwa merekalah yang paling benar. Gizi buruk di suku Asmat ini juga kita bisa memerlukan penduduk disana karena pada kenyataanya juga merekalah yang merasakan apakah pemerintah peduli atau tidak.

3. Memaksa

Memaksa disini dengan maksud bahwa agar masalah tidak menyebar kemana-mana sehingga masalah yang sedang diselesaikan sesuai dan tida meluas ke isu-isu yang tidak jelas. Memaksa? mungkin dari kata "memaksa" juga dapat memilik makna dengan keras yaitu dengan memaksa pemikiran kita mengeluarkan ide-ide atau taktik agar dapat terselesaikan sesuai harapan. Namun, terkadang dengan kejadian tersebut juga dibumbui isu isu politik yang membuat yang paling tinggilah yang paling benar dan merasa bahwa kaum seperti kita intermediator masyarakat seakan tidak melihat dari sisi yang ada, walaupun begitu permasalahan tersebut masih bisa diselesaikan dengan caa memaksa walaupun sedikit kemungkinan akan terselesaikan secara damai.

4. Menghadapi Konflik

Seperti kejadian diatas kita bisa mempergunakan akal kita yaitu dengan questioner atau membuat hak suara  peduli dengan bakti sosial dsb terhadap permasalahan gizi buruk suku Asmat begitu juga dengan permasalahan yang dinilai kita bisa mengajak atau bersatu dengan mengkritik kinerja bapak presiden dengan waktu yang tepat dengan membuat pertemuan empat mata dengan mahasiswa.


Hmmm..mungkin sampai sini aja ya beropini kali ini, mohon maaf jikalau saya terlalu berat sebelah atau kurang adil:) jadi, apa solusimu untuk permasalahan ini ? :)

Sampai jumpa di beropini selanjutnya :)) dadahhhh ><



Komentar

Postingan Populer