Sebagaimana dalam kehidupan bahwa banyak terdapat ras, suku, budaya maupun agama sehingga munculah suatu persepsi yaitu ethnosentris atau dalam istilah disebut ethnosentrisme. Pada kenyataannya enthosentris merupakan sikap yang kecenderungan menganggap bahwa persepsi (baik itu budaya atau pemikiran) diri sendiri lebih sesuai atau tepat dibandingkan dengan persepsi lain.
Ethnosentris yang terjadi muncul karena adanya ketidakpahaman dan kesalahpahaman pada pandangan satu kaum atau kumpulan beberapa orang yang memiliki latar belakang yang sama dan menganggap bahwa kaumnya memeliki pendapat yang sesuai dan jelas atau tepat sehingga saat menemukan suatu pandangan yang berbeda dan tidak logis terhadap pemikirannya dianggap tidak benar atau salah.
Sikap ethnosentris pada dasarnya bermula dengan komunikasi antara individu yang memiliki tujuan yang sama namun dengan berbeda cara penyampaian dan penyerapan pendapatlah yang menyebabkan munculnya sikap tersebut. Misalnya pada kasus kecil yaitu didalam sebuah keluarga yang terdiri antara suami dan istri serta seorang anak yang sedang dalam masa memilih pasangan hidup . Dalam memberikan arahan untuk mendidik anak bergaul dengan teman-teman sekitarnya, sehingga saat sang anak memperkenalkan calon pasangan hidupnya yang berlatar belakang berbeda yaitu yang pertama berasal dari tionghoa dan yang kedua berasal dari jawa, sikap yang diambil oleh keluarga yaitu dengan melihat budaya dengan persepsi bahwa kaum lokal lebih baik dibandingkan tionghoa dengan alasan budaya-budaya yg mereka ketahui bahwa kaum tionghoa makan sambil berdiri, memelihara yang tidak-tidak sehingga ketertarikan keluarga dalam berkomunikasi lebih kepada kaum lokal dikarenakan budaya yang mereka lakukan berbeda dengan kaum tionghoa. Ditinjau dari kasus tersebut bahwa didalam keluarga saja pun terdapat sikap ethnosentris yang artinya kita lebih cenderung memilih kelompok kita, budaya kita sebagai yang paling baik dan bermoral padahal dapat ditemukan namun pada kenyataannya bahwa tidak semua anggapan yang dipersepsikan itu benar bahkan bisa bertolak belakang (Mulyana, Deddy & Rakhmat, Jalaludin. 2005 ; 76-77). Pada halnya ethosentris juga memiliki perbedaan dengan istilah stereotip yang lebih menonjolkan sisi kepribadian atau sikap.
Namun, ethnosentris juga memiliki persepsi yang kontras yaitu semakin banyak persamaan kita dengan mereka, makin dekat mereka dengan kita dan semakin sedikit persamaan kita dengan mereka, makin jauh mereka dengan kita (Porter dan Samovar (1977;10)
Ethnosentris juga tidak selamanya memiliki nilai negatif jika kita memahaminya dan mengembangkannya untuk perubahan yang lebih baik dan menunjukkan bahwa persepsi yang dikatakan itu tidak sesuai.
Diskriminasi merupakan perlakuan atau penunjukkan sikap berbeda terhadap sesuatu(ras, budaya, suku, agama, usia, status dsb yang dianggap tidak sesuai karena faktor tertentu(Eurofound, 2012), (Kadiresan at.al, 2015). Diskriminasi bisa berentuk ketidakadilan, penolakan bahkan pembantaian sekalipun. Ketidakadilan merupakan bentuk diskriminasi yang sering terjadi dikehidupan manusia. Sebagai makhluk sosial, manusia menganggap bahwa diskriminasi merupakan bentuk ketidaksejutuan terhadap HAM secara mendasar.
Walaupun sekarang diskriminasi telah dituntaskan dalam UU pasal 1 butir 3 No. 39 tahun 1998, pada kenyataannya masih banyak bentuk diskriminasi yaitu diantaranya penolakan terhadap gender perempuan dalam hal pekerjaan yang mayoritas laki-laki(seperti; kuli bangunan, supir dsb), pemilihan pelayanan kepada orang kaya didahulukan dibandingkan orang sederhana dsb. Adapun contoh lain yang lebih dilihat secara lingkup kecil yaitu keluarga, misalnya sang ibu ingin membagikan kue kepada anaknya yang terdiri dari kakak dan adik, pada umumnya sang ibu akan memberikan jumlah kue yang lebih banyak kepada adik dengan alasan adik akan merengek jika diberikan secara rata dan apakah kakak merasa bahwa itu adil untuknya ? Jika tidak? bukankah itu merupakan bentuk pendiskriminasian? biarpun diskriminasi secara sederhana namun bukan tidak mungkin diskriminasi yang besar seperti zaman sekarang ini lahir dengan cara yang sesederhana itu?. Mari kita ambil contoh yang agak lebih besar, ketika sedang berangkat kerja tibat-tiba jalanan terhambat karena mobil presiden lewat menuju istana sedangkan kita berangka lebih awal dibandingkan sang presiden? bukankah itu sudah jelas menunjukkan bahwa pendiskriminasian sudah tidak asing lagi bahkan sesederhana itu?. Atau dalam lingkup besar yang paling terkenal di Afrika Selatan kasus diskriminasi pada kaum etnik sekitar 80-an yaitu politik Apartheid (pembatasan kewenangan kaum berkulit hitam terhadap politik, ekonomi dll)
Mengapa diskriminasi dapat terjadi? jawabannya adalah komunikasi yang gagal dan bentuk pemahaman dan pemikiran yang secara logis namun tidak berlandaskan alasan yang kuat.
Diskriminasi dapat kita lawan jika kita mau dan mau beresiko karena diskriminasi juga dapat lahir hanya dengan sebuah ucapan.
Alangkah indahnya kita hidup saling bergandeng tangan karena hidup semata-mata untuk terus membuat tuhan tersenyum sehingga harmoni kehidupan pun dapat terus terjaga.
Referensi :
- http://www.upj.ac.id/userfiles/files/WIDYAKALA%20VOL%203%20pp%2057-66%20(Intan_Oka).pdf
-https://media.neliti.com/media/publications/40113-ID-pengaruh-sikap-etnosentris-interpersonal-communication-competence-dan-gaya-komun.pdf
- http://redaksiindonesia.com/read/kita-semua-bangsa-pendatang.html
Komentar
Posting Komentar